Ini Daftar Denda Kalau Kena Tilang Operasi Keselamatan 2025

Uzone.id - Polisi menggelar Operasi Keselamatan 2025 selama dua minggu mulai dari 10 sampai 23 Februari 2025 mendatang. Dalam operasi ini, terdapat 11 jenis pelanggaran yang menjadi incaran, kira-kira berapa besaran dendanya?
"Saya Kakorlantas Polri akan menyampaikan informasi bahwa operasi keselamatan lalu lintas operasi wilayah mandiri lalu lintas yang akan dilaksanakan selama 14 Hari. Mulai tanggal 10 sampai tanggal 23 (Februari 2025)," kata Kakorlantas Polri Brigjen Pol Agus Suryonugroho dikutip dari situs resmi Korlantas Polri.Operasi Keselamatan 2025 memiliki tujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Dengan adanya penertiban ini, diharapkan masyarakat bisa benar-benar tertib dalam berlalu lintas.
Soal dendanya, berbeda-beda tergantung pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan.

Mulai dari melanggar marka jalan atau bahu jalan yang diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) pasal 287 ayat 1. Pelanggar Marka jalan atau bahu jalan terancam hukuman pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000.
Untuk pelanggaran karena melawan arus lalu lintas, dapat dikenakan pasal 287 UU LLAJ dengan ancaman sanksi berupa pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000.
Sementara untuk berkendara di bawah pengaruh alkohol juga menjadi sasaran Operasi Keselamatan 2025. Perilaku ini dianggap melanggar pasal 283 UU LLAJ yang menyebutkan pengemudi kendaraan bermotor yang tidak wajar, melakukan kegiatan lain, atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengganggu konsentrasi dapat dikenakan sanksi.
Sanksinya dijelaskan dalam Pasal 106 ayat (1) dalam undang-undang yang sama dapat dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000.
Aturan yang sama juga bisa dikenakan pada pengendara yang mengemudikan kendaraan sembari bermain ponsel. Perilaku ini juga dianggap melanggar pasal 283 UU LLAJ, dengan sanksi yang sama yakni pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000.
Berikutnya bagi pengendara yang tidak menggunakan helm SNI dapat melanggar pasal 291 ayat 1 dari UU LLAJ. Disebutkan setiap orang yang mengendarai Sepeda Motor tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurangan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
Menggunakan knalpot brong juga dapat ditilang pada Operasi Keselamatan 2025 ini. Penggunaan knalpot jenis ini dianggap tidak memenuhi syarat teknis dan layak jalan dengan hukuman berupa pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
Bagi pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman, melanggar pasal 289 UU LLAJ. Sanksinya berupa pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
Untuk pelanggaran batas kecepatan, dianggap melanggar UU LLAJ pasal 287 ayat (5) dengan ancaman sanksi berupa pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000.
Untuk berkendara di bawah umur, tentunya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi, sehingga bisa terjerat pasal 281 UU LLAJ. Pasal tersebut mengharuskan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki SIM seperti diatur dalam Pasal 77 ayat (1) maka dipidana dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000.
Penggunaan pelat nomor yang tak sesuai ketentuan jelas melakukan pelanggaran. Terlebih pelat nomor yang digunakan palsu. Buat kendaraan yang tidak menggunakan pelat nomor sesuai peruntukkan terancam denda Rp 500 ribu atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.
Terakhir, penggunaan rotator dan sirene pada kendaraan pribadi akan dikenakan pasal 287 ayat 4 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan sanksi kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.
